Figur Menentukan Koalisi

 Koalisi Partai Politik (Parpol) pengusung calon bupati dan calon wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) 2020 diprediksi bakal berubah. Parpol akan menyesuaikan dengan kepentingan figur-figur yang dicalonkan untuk menentukan koalisi. Bahkan figurlah yang paling berperan dalam membentuk koalisi Parpol.

Pada Pilkada Mura 2015, ada tiga koalisi yang mengusung calon bupati dan calon wakil bupati. Pertama pasangan calon H Hendra Gunawan-Hj Suwarti diusung Partai NasDem (4 Kursi), Golkar (5 Kursi), Gerindra (3 kursi), PKS (4 kursi) dan PKB (1 kursi).

Selanjutnya pasangan Hj Ratna Mahmud Amin – H Zabur Nawawi diusung Partai Hanura (3 kursi), Demokrat (5 kursi), PAN (4 kursi), PBB (2 kursi) dan PKPI (1 kursi). Kemudian pasangan H Zulkarnain-Hj Ratnawati Ibnu Amin diusung PDIP (6 kursi) dan PPP (2 kursi).

“Kerjasama antar calon bupati dan wakilnya, yang paling banyak berkontribusi membentuk koalisi partai dalam Pilkada Kabupaten Mura,” ungkap Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Alfarabi kepada Linggau Pos, Minggu (8/9).

Ketua Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu itu menambahkan, koalisi terjadi ketika ada kepentingan bersama. Sebab dalam Pilkada, kepentingannya sama yaitu memenangkan calon yang diusung. Oleh karena itu, Parpol akan lebih memilih figur yang menurut mereka bisa memenangkan Pilkada.

“Makanya, saya yakin koalisi partai di Pilkada (Kabupaten Mura) sebelumnya besar kemungkinan akan berubah,” tegasnya.

Apa pertimbangan Parpol saat menentukan kandidat yang akan diusung? Menurut Alfarabi, ada tiga faktor yang sangat memengaruhi Parpol menentukan calon kandidat yang akan diusung. Yakni yang paling dasar popularitas, positioning, dan elektabilitas.

Untuk tahap ini biasanya Parpol akan melakukan survei terlebih dahulu. Bahkan calon yang berkepentingan juga melakukan survei, untuk melihat seberapa besar peluangnya untuk maju dan memenangkan Pilkada.

“Setelah itu baru mempertimbangkan logistik, atau cost politik yang dimiliki,” tambahnya.

Terpisah Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mura, Hj Suwarti saat dikonfirmasi mengenai arah koalisi masih belum mau banyak berkomentar terkait Pilkada Mura 2020. Meskipun tahapan Pilkada saat ini sudah ada, bahkan sudah ada Parpol yang membuka penjaringan bakal calon.

Suwarti mengaku siapapun calon yang akan diusung nanti masih menunggu petunjuk dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang sampai saat ini masih belum mereka terima. Baik itu terkait jadwal penjaringan serta mekanismenya, maupun terkait koalisi.

“Makanya kita belum melakukan penjaringan, maupun pendekatan ke Parpol lainnya untuk melakukan koalisi,” tegas Suwarti saat dibincangi, Minggu (8/9).

Apakah akan terjadi koalisi yang lama, Suwarti no coment dengan alasan masih menunggu petunjuk DPP.

“Ya bisa saja ya atau tidak, no coment dulu untuk saat ini,” ucapnya.

Yang pasti lanjutnya, penilaian untuk Parpol terkait koalisi serta pengusungan calon kandidat kewenangannya ada di DPP.

“Biasanya, penjaringan dilakukan terbuka baik untuk kader maupun untuk non kader. Penilaiannya yang dilihat dari elektabilitas dan semuanya, nanti DPP yang memberi petunjuk terkait hal ini. Ya kita tunggu saja untuk saat ini,” lanjutnya. (ram)

(sumber : linggau pos online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *