Karena Dibawah Umur, IM tersangka Pembunuhan Tidak Ditahan

Setelah sempat diamankan 1 x 24 jam, IM alias BLD (12) salah satu tersangka pembunuhan terhadap Erwin Kusuma Jaya (19), dikembalikan ke orang tuanya. Kendati tidak ditahan, IM wajib lapor ke Polres Lubuklinggau setiap hari.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Rivow Lapu didampingi KBO Iptu Sudarno menjelaskan IM tidak ditahan karena baru berusia 12 tahun.

Dasarnya Pasal 32 Undang-undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Yang menjelaskan anak berusia 14 tahun yang bisa ditahan.

Hanya, dijelaskan KBO Reskrim, karena mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya hendak menitipkan IM ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Lubuklinggau dengan alasan keamanan.

“Tapi KPAID tidak ada ruang tahanan, akhirnya kami kembalikan kepada orang tuanya sejak dilakukan pemeriksaan intensif selama 24 jam pasca penangkapan, IM setiap hari sekarang wajib lapor dengan didampingi orang tuanya,” paparnya.

Ia menegaskan, meskipun tidak dilakukan penahanan, status IM tetap tersangka sembari menunggu berkas dilimpahkan ke kejaksaan, dan menunggu keputusan pengadilan.

“Apakah dititipakan di Lapas atau dikembalikan kepada orang tuanya. Kami menunggu putusan pengadilan,” kata Sudarno sambil menjelaskan kasus ini akan direkonstruksi.

Lalu untuk barang bukti pisau sampai saat ini belum ditemukan, karena awal pengakuan HA alias GDL pisau itu milik IL alias CIL. Namun setelah dikonfrontir HA baru mengaku.

“Setelah IL tertangkap dikonfrontir ternyata pisau punya HA. Oleh HA pisau dititip ke temannya AL. Pisau itu sempat dicuci bekas darahnya. Kemudian karena ramai mungkin hilang,” ujarnya.

Selain itu, terungkap juga jika awal pembunuhan Erwin bermula ketika
HA bertanya lokak duit dengan IM lewat pesan chattingan. Saat itu  IM langsung memasang jebakan dengan mengirim pesan chating kebeberapa orang.

“Lokak itu dalam artian mereka mau mengambil barang, kebetulan Erwin yang balas. Awalnya ponsel Erwin sudah direbut IM. Karena tidak terima Erwin kembali mengambil dari tangan IM,” tambahnya.

Melihat Erwin dan IM rebutan ponsel, HA dan IL yang awalnya mengawasi dari kejauhan langsung mendekat. Kemudian HA langsung memukul dan memegang kerah baju Erwin, IL menusuk perutnya.

“Alasan mereka banyak hutang terutama IM. IM dan IL itu pernah makai narkoba juga, sedangkan HA juga pecandu aibon,” ujarnya. (*)

Laporan Endang Kusmadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *