Pembunuhan Erwin Direkonstruksi, Terungkap Detail Kronologis Kejadian

Ada 25 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan terhadap Erwin Kusuma Jaya (19). Adegan pertama diawali dengan HA alias GDL (15), IL alias CIL (15) dan IM alias BLD (12) bertemu di Gedung Pasar Satelit Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Disana mereka merencanakan pencurian dengan kekerasan sembari mencari korban. Akhirnya IM memancing korban Erwin dengan alasan minta dijemput untuk mengambil barang-barang miliknya.

Sembari janjian dengan korban, IM menunjukkan foto korban Erwin kepada kedua temannya, melalui facebook di ponsel milik HA. Melihat foto itu, CIL dan HA mengaku tidak kenal.

Karena tidak kenal, CIL meminta BLD memancing Erwin, bahkan bila perlu semua teman facebooknya BLD. Namun hanya Erwin yang merespon.

Kemudian tersangka HA pergi meninggalkan kedua temannya mengambil pisau. Rencananya pisau untuk IM, karena takutnya korban hendak melawan.

HA kemudian menyerahkan pisau ke
IL saat kembali bertemu di Gedung Pasar Satelit. Ketiganya sesuai waktu yang dijanjikan, kemudian berkumpul di lapangan dekat Jalan Kenanga I Lama.

Tersangka IL dan HA bersembunyi mengawasi IM yang duduk digundukan tanah menunggu korban Erwin.

Korban Erwin kemudian minta ditemani temannya Noval mendatangi BLD. Namun Noval ditinggal di Pasar Satelit, kemudian Erwin menemui IM. “Tunggulah disini aku nak jemput IM,” kata Erwin kepada Noval.

Korban Erwin datang ketempat kejadian menjemput IM. Keduanya bertemu, kemudian IM meminjam ponsel korban Erwin dengan alasan hendak chating dengan temannya Maya.

Melihat ponsel sudah ditangan IM, tersangka HA dan IL langsung mendekat. Sementara korban Erwin curiga, sehingga merebut kembali ponselnya, hingga sempat saling tarik menarik dengan IM.

Tersangka IL yang datang langsung berkata kepada korban Erwin, “Sinikan HP kau.” Bersamaan saat itu korban sempat menjawab “ idak galak”, Ialu tersangka IL mengancam “Kagek kau kutujuh.” Namun Erwin berkata tujalah.

HA kemudian meninju wajah korban sambil menarik kerah baju. Bersamaan itu IL langsung menikam ulu hati korban Erwin. Hingga korban langsung terduduk dan berkata aduh sambil memegangi perutnya.

Korban langsung turun ke tebing menuju Jalan A Yani. Ia kemudian terkapar dan tewas di aspal jalanan.

Kemudian ketiganya langsung pergi dengan tergesa-gesa. Kemudian HA dan IL menuju tempat saksi Alvin, keduanya memasuki kamar mandi. Namun saksi Alvin tidak mengetahui apa yang dilakukan HA dan IL.

Kemudian IL menyerahkan pisau kepada HA di ruang tamu kediaman Alvin, sambil berkata ‘bawalah pisau kau”.

HA kemudian meletakkan pisau di dekat lemari rumah saksi Alvin. Ia kemudian pergi dari rumah saksi. Begitu juga IL dan IM langsung pergi.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Rivow Lapu didampingi KBO Reskrim Iptu Sudarno menjelaskan rekonstruksi dilaksanakan untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke penuntut.(*)
Laporan Endang Kusmadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *