Hendak Idul Adha, Sehari Terjual Satu Hingga Dua Ekor Kambing

Jumat (31/7/2020) umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha. Biasanya pedagang hewan ternak panen, karena banyak yang berkurban. Namun pandemi Covid, membuat kondisinya berbeda.

Seperti diakui pedagang kambing, Sulaiman kepada linggaupos.co.id. “Dibandingkan dengan tahun lalu, ada penurunan omset,” katanya.

Sulaiman yang berjualan di Jalan Yos Sudarso depan Kantor DPMPTSP Lubuklinggau, mengatakan sudah 15 hari penjualan di sana. Setiap hari, ia bisa menjual satu sampai dua ekor kambing.

“Untuk harga kambing kurban Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta tergantung berat kambingnya. Kambing kami beli di Lampung. Sekarang masih sisa tujuh ekor kambing. Harapnnya, laku semua,”ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Lubuklinggau melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau Dedi melalui Seketaris M. Arifin mengatakan jika yang menjadi target monitoring petugasnya yakni kambing yang umurnya sudah masuk.

“Selain itu hewan yang dijual tidak cacat, sebab itu hari ini kita mengeceknya, dan kalau kambing usianya 18 bulan,”kata M Arifin.

Dijelaskan ia, nanti petugas akan melihat giginya sudah masuk tanggal atau belum, dan tidak cacat, yang jelas harus sehat dan itu dibuktikan melalui Dinas Pertanian, karena dinas pertanian ada tenaga teknis.

Selain memonitoring, sebelum hari kurban pihaknya juga nanti saat acara pemotongan hewan kurban, pihaknya akan melakukan monitoring di setiap lokasi-lokasi pemotongan.

“Hewan ini kan ada penyakit dan bisa ditularkan melaui hewan, jadi nanti ada pemeriksaan Post Mortemnya  atau setelah hewan kurban itu dipotong,”jelasnya.
Jadi sambungnya organ dalam nya akan periksa apakah terindikasi mengandung cacing hati atau tidak, kalau iya, maka hewan akan diambil dan tidak direkomendasikan untuk dibagi ke masyarakat.(*)

Sumber : Linggau Pos Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *