Tiga Kerawanan Pilkada Musi Rawas

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas, Kamis (27/8/2020), melaksanakan media gathering dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas dan wartawan di Musi Rawas.

Bertindak sebagai narasumber dalam media gathering dengan Tema “Mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Tahun 2020 yang Berkualitas, serta Informasi yang Berimbang, Berintegritas dan Berimbang,” Ketua Bawaslu Musi Rawas, Oktureni Sandhra K, Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy dan Kordiv HP PPS Bawaslu Musi Rawas Khoirul Anwar.

Ketua PWI Musi Rawas Noviansyah menjelaskan, bahwa sesuai arahan Ketua Dewan Pers, bahwa media berperan untuk mendinginkan pelaksanaan pilkada yang panas. Namun menghangatkan pilkada yang dingin atau tanpa dinamika.

Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Musi Rawas Oktureni Sandra mengatakan, Media Gethering ini guna saling membantu untuk mengawasi Pilkada Kabupaten Musi Rawas 2020.

“Sudah lama kita akan melakukan media gathering sebelum pendemi covid 19, karena media sangat membantu kami dalam pengawasan, yakni jadi mata dan mulut kami dan saling membantu untuk mengawasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas tahun 2020.”

Pihaknya memandang penting peran media, sehingga perlu menjalin sinergitas, baik untuk informasi tahapan Pilkada hingga pengawasan yang efektif di lingkungan.

“Media memiliki jangkauan massa yang luas. Sehingga, dalam kegiatan sosialisasi sangat penting keberadaannya. Demikian juga dalam hal pengawasan, media dapat memberikan informasi terkait temuan di lapangan, melalui pemberitaan,” kata Oktureni.

Lanjut ia, pihaknya merasa perlu untuk meningkatkan sinergitas dan menjalin kemitraan strategis serta menyamakan persepsi dengan awak media, yang ditandai dengan gathering media bersama Bawaslu Kabupaten Musi Rawas ini.

Menurutnya, berdasarkan hasil bimtek secara keseluruhan di Sumsel, di Musi Rawas ada tiga kerawanan, yakni netralitas ASN, politik uang dan netralitas penyelenggara.

Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy menjelaskan, peran Polisi hanya sedikit dalam pelaksanaan pilkada. Namun media memiliki semua peran, baik melakukan sosialisasi, pengawas, peserta, pengamanan bahkan penyelenggaraan.

“Mari mainkan peran dan fungsi kita agar proses Pilkada ini sesuai dengan aturan, mari memberikan haknya juga konsitusi itu, serta media harus berperan aktif yang sesuai dengan makanisme yang berlaku,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *