Totalitas Medco E&P Menjaga Ketahanan Energi

Oleh: Budi Santoso,S.Ag (Silampari TV)

                MASYARAKAT Indonesia hingga penghujung 2020, masih berduka. Betapa tidak, wabah Corona tetap mengintai. Kasus virus dari Wuhan Cina itu masih ada. Penderita bertambah. Meski angka sembuh sedikit demi sedikit berkurang. Dari data dikeluarkan Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Nasional, terungkap jumlah kasus pasien Covid 19 di Indonesia, pada Selasa 15 Desember 2020 mencapai 629,429 orang. Tercatat pasien meninggal dunia 19,111 orang. Pasien dinyatakan sembuh 516,656 orang. 

                Dari data ini memang Pandemi ini tetap menjadi momok menakutkan bagi warga. Berdampak dengan berbagai sektor. Ekonomi dan sosial.  Tak terkecuali Pandemi memengaruhi industri Minyak dan Gas Indonesia. Sejatinya, PT Medco E&P Indonesia juga mengalami dampaknya. Lantas, bagaimana totalitas PT Medco E&P Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan energi nasional di masa Pandemi sekarang? Usaha apa telah dilakukan tentunya, dengan memerhatikan masyarakat berada di Ring 1 Medco yang terdampak langsung wabah tersebut? 

                Dikutip dari berbagai sumber, PT Medco E&P Indonesia tetap berusaha meningkatkan produksi,  melalui berbagai aktivitas eksplorasi dan eksploitasi Minyak dan Gas Bumi (Migas) di semua wilayah kerjanya. Semua ini sebagai satu komitmen mendukung pemerintah menjaga ketahanan energi nasional.

    PT Medco E&P merupakan anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), perusahaan swasta yang berkomitmen sejak 1980. Artinya sudah 40 tahun perusahaan ini menyediakan energi untuk masyarakat. Kita ketahui, PT Medco E&P mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di masa depan secara bertanggungjawab  dengan terus melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi pada lapangan-lapangan yang sudah matang maupun baru ditemukan.

                Totalitas PT Medco E&P dalam menjaga ketahanan energi, justru sangat memegang peranan yang penting. Dan ini selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diprioritaskan. Sesuai amanah negara melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

    “Kami dapat amanah dari negara melalui SKK Migas. Untuk bahu membahu agar produksi minyak dan gas tidak sampai terganggu karena kodisi Pandemi. Nah, produksi Migas kita, Alhamdulillah sejak Pandemi Covid hingga hari ini tidak mengalami penurunan sesuai dengan target dari SKK Migas,” ujar General Manager Medco E&P Indonesia, Muhammad Zulkifli saat Webinar Media Ghatering dan Kompetisi Jurnalistik Medco E&P South Sumatra Region, Senin pagi (14/12).

    Sebagaimana diketahui, konsumsi BBM Indonesia tahun 2019 lalu sebanyak 1.785.000 per barel, di mana rata-rata produksi minyak bumi Indonesia tahun 2019 772.00 barel/ hari (BPOPD), dan sementara kontribusi produksi minyak bumi dari wilayah kerja KKKS Sumbagsel pada tahun 2019 sebanyak 74.000 BOPD atau hampir 10 % dari rata-rata produksi harian nasional.

     Dikutip dari media portal Media Republika, Vice President Relations & Security Medco E&P, Drajat Panjawi menyatakan Medco E&P Indonesia selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengelola 14 wilayah kerja migas yang tersebar di seluruh Indonesia. Per 30 Juni 2019, perusahaan migas nasional ini mencatat total sebesar 86.000 boepd (barrel oil eqivalent per day). Menurut Drajat, itu merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional. 

    Selanjutnya Muhammad Zulkifli, menjabarkan. Memang  target utama  yang menjadi prioritas pihaknya tentu pada produksi Minyak dan Gas, karena Migas itu industri nasional. Kalau energi tidak ada, tentunya industri yang lain akan bermasalah,” ucap Zulkifli. Ia menuturkan, langkah apa akan dilakukan saat Pandemi ini. Pertama, kita sinergikan kinerja Medco E&P dengan SKK Migas. Bagaimana caranya? Zulkifli memaparkan, jika kita alami hal-hal yang tidak normal saat ini, maka kita pilih-pilih kegiatan yang benar-benar berpengaruh terhadap produksi.

                “Kegiatan mana saja yang diutamakan, dan kegiatan yang bisa kita kesampingkan sementara waktu. Karena saat pandemi harus kita hindari bagaimana tenaga kerja yang   mengoperasikan di lapangan tidak terganggu,” ungkap Zulkifli. Selanjutnya hal kedua, kata dia, pada saat wabah Corona ini,  untuk masuk ke fasilitas perusahaan diberlakukan ketentuan terbaru. Ada screening yang ketat.

    Alasannya? “Kita tidak ingin terjadi klaster baru, kalau terjadi klaster baru akan menyetop operasi kita di lapangan, jadi kita sangat pilih tenaga kerja yang benar-benar dapat operasikan di lapangan. Tentunya semua ini mengikuti protokol kesehatan  dan standar operasi kita, karena operasikan lapangan minyak dan gas ini safety-nya sangat tinggi,’ imbuhnya.

    Hal lain dipertegas Muhammad Zulkifli. Di Medco E&P dipastikan tidak ada klaster baru. Pihaknya pun mengatur para tenaga kerja tetap fit saat bekerja. Ia mengakui dengan siklus kerja yang berubah ini, tetap menghasilkan target sesuai diharapkan.

                “Sehingga hasil yang kita kerjakan normal sampai akhir tahun produksi minyak kita normal. Gas tetap normal. Mungkin memang ada beberapa penyerapan gas berkurang karena produksi yang memakai gas menurun. Dan sebagai pengelola lapangan tetap sesuai arahan dari SKK Migas. Jadi itu strategi yang kita lakukan saat Pandemi sekarang,” jelasnya. 

                Sementara dalam kesempatan yang sama, Senior Humas SKK Migas Sumbagsel, Andi Ari Pangeran menyebutkan upaya dari SKK serta KKKS  terkait Pandemi ini. Di mana, setiap tahun ada pertemuan dengan Pemerintah Daerah membahas program kerja melibatkan pihaknya.

                “Kita bersinergi dengan program kerja yang menjadi skala pemerintah. Mana yang dibebankan pada SKK itu lebih kita utamakan teman-teman yang ada di lingkungan tempat tinggal perusahaan. Tentunya di Ring 1 masing-masing perusahaan. Biasanya dibahas saat Musrenbang,” ungkap Andi Ari Pangeran. Beliau menyebutkan, jika kita punya dana bagi hasil Migas yang diterima kabupaten/kota, provinsi yang dikelola pemerintah pusat. Dana itu  ditransfer setiap tahun ke daerah bersangkutan. Andi Ari Pangeran memastikan tentu saja data soal itu udah diperoleh dan terbuka. “Bisa buka web Menkeu,’ imbuhnya membenarkan transparansi penyaluran dana bagi hasil tersebut.

                Lalu bagaimana kontribusi Medco E&P di masa Pandemi pada masyarakat? Hal ini dijawab Officer of Community Enhancement SSR Medco E&P, Robby Wijaya. Pria ini memaparkan Medco E&P sebagai KKKS di Indonesia terus memberdayakan sumber daya yang dimiliki, untuk mengoperasikan 13 wilayah kerja yang terbentang dari Aceh hingga Sulawesi.

                “Dan sesuai dengan visi perusahaan energi pilihan, dan misi mencari dan mengembangkan secara inovatif sumber daya energi untuk meningkatkan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan (Stakeholder) sejalan dengan standar etika dan standar lingkungan tertinggi. Maka Medco memiliki sejumlah program, apalagi di masa Pandemi sekarang. Salah satunya menjunjung tinggi kearifan lokal untuk memberikan nilai tambah pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan,” ungkap Robby Wijaya, yang mengimbuhkan. Jika perusahaan sangat care terhadap warga, salah satu buktinya membangun komunitas. Seperti budidaya Merang, budidaya Madu Hutan dan Kelulut (Mantanku), Budidaya Karet Organik (Bukor).

                Sementara di masa adaptasi Pandemi ini, Robby Wijaya menyebutkan pihaknya melakukan sejumlah langkah yaitu edukasi kesehatan, ekonomi ketahanan pangan, peduli kaum rentan, peningkatan insfrastruktur, dan mensupport aktivitas masyarakat. Dengan cara inilah Medco E&P sangat total dalam menjaga ketahanan energi saat wabah Corona melanda Indonesia khususnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *