Viral Pengeboran Minyak Ilegal di Muratara, Dekat Kantor Camat dan Koramil

Warga Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga melakukan pengeboran minyak secara ilegal (illegal drilling). Uniknya lokasinya di depan kantor Camat Rawas Ilir dan belakang Koramil Rawas Ilir.

Hal ini menjadi viral, karena Rabu (6/8/2020) ratusan warga berbondong-bondong mengambil minyak yang meluber dari beberapa sumur bor di sana.

Dikatakan Ipan, warga setempat di lokasi saat itu sangat ramai, lebih seratus orang mengambil minyak. Bahkan menurutnya seperti pasar, karena minyak dari sumur itu tumpah.

Camat Rawas Ilir, Heri Martoni mengatakan, aktivitas pengeboran minyak yang dilakukan warga itu memang ilegal alias tanpa izin pemerintah. Para pengebor minyak bernegosiasi dengan pemilik lahan untuk melakukan pengeboran.

“Kalau masalah izinnya saya tidak begitu jelas, karena mereka (pengebor) bernegosiasi dengan yang punya lahan,” kata Camat.

Ia menyebutkan, ada sekitar 21 lobang pengeboran minyak di lokasi itu dan sudah beroperasi lebih kurang selama sebulan.

Tripika Kecamatan Rawas Ilir, diakuinya terlambat berkoordinasi untuk mengatasi aktivitas pengeboran minyak ilegal tersebut.

“Pak Kapolsek lagi mendampingi istrinya operasi, Pak Danramil juga baru ganti, jadi kami terlambat koordinasinya di situ, kemarin kami baru bisa rapat untuk menutupnya,” kata Camat.

Ia menjelaskan, kesepakatan dalam rapat tersebut adalah menutup semua sumur bor baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif lagi.

Tripika Kecamatan Rawas Ilir juga meminta petunjuk dari instansi terkait untuk menutup dan menanggulangi masalah tersebut.

“Semua aktivitas di situ akan ditutup, tapi masih ada beberapa lobang yang masih menyemburkan minyak dan bau gas, nah ini kita butuh bantuan ahli untuk mengatasinya,” ujar Camat.

Ia menegaskan, bila ada pelanggaran hukum atas aktivitas pengeboran minyak oleh warga ini akan diserahkan kepada penegak hukum.

“Karena minyaknya meluber kemana-mana, kami membuat kolam penampung minyak supaya tidak mengalir ke sungai yang ada di sekitar lokasi ini,” katanya.

Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Afrinaldi menyampaikan, setelah mendapat informasi tentang aktivitas pengeboran minyak itu ia langsung melakukan peninjauan.

“Aktivitas itu memang penambangan liar pengeboran minyak, saya baru pulang dari mendampingi istri saya operasi, tahu informasi itu saya langsung turun,” katanya.

Ia sudah memanggil pemilik lahan dan seluruh pengebor untuk dimintai keterangan.

“Di lokasi juga sudah kami pasang garis polisi, seluruh kegiatan yang ada di sana sudah kami hentikan. Kami kemudian berkoordinasi bersama Tripika Kecamatan Rawas Ilir untuk bagaimana menutup seluruh pengeboran minyak itu,” kata Kapolsek.

Ia mengakui bahwa saat ini masih ada beberapa lobang bor yang masih mengeluarkan minyak dan bau gas.

Kapolsek mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi pengeboran minyak tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami sudah minta warga untuk tidak lagi mengambil minyak yang tumpah itu, tapi namanya masyarakat susah dibilangin, mereka tidak tahu dampaknya,” ujar Kapolsek.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *